Penghasil Dolar

Laju kerusakan hutan Aceh dari tahun ke tahun terus meningkat, data Fauna dan Flora Internasional (FFI) tahun 1980, hutan Aceh masih memiliki luas sekitar 4,2 juta hektar. Pada tahun 2006 ditaksir hanya tinggal 3,3 juta hektar saja. Dalam kurun waktu 26 tahun, 910 ribu hektar hutan Aceh terdegradasi akibat konsesi yang bersifat komersil.Kini sisa hutan Aceh tersebut masuk dalam skema reduced emissions from deforestation and forest degradation (REDD), atau menerima jasa menjaga hutan dengan menjual carbon pada negara-negara penghasil emisi melalui mekanisme karbon credit.
Salah satu kesepakatan Protokol Kyoto 1997, Negara-negara industrilalisasi penghasil emisi terbesar diwajibkan untuk menurunkan emisi gas karbon penyebab utama pemanasan global.
Bila tidak mempu menurunkan emisinya, neraga-negara tersebut harus menebus dosa dengan membayar kompensasi pada negera-negara yang masih menjaga hutannya malalui sistem perdagangan karbon.
Walau mekanismenya belum jelas, tapi melalui pasar sukarela (Voluentary Market), Merrill Lynch International (broker), dari Inggris berkomitmen menjual karbon hutan hutan senilai 10 juta dollar AS pada negara penghasil emisi, dengan catatan Aceh mampu mencegah degradasi hutanya, dan Merrill Lynch baru akan membayar jika kawasan hutan Aceh sudah memiliki sertifikat kredit. Atas jasanya menjaga Hutan mulai 2012, Aceh akan menerima jutaan dolar atas carbo hutannya. Akankah dolar tersebut juga akan menyentuh mereka yang kehilangan pekerjaan kerena harus menjaga hutan?.

1 komentar:

agoez mengatakan...

Hm......Keren Fotonya, Spotnya menarik dan Issuenya Asik....Yuk Jualan Karbon.......hahaha